Website Menengah

Website untuk UMKM Bali: Persiapan, Fitur dan Anggaran

Apa saja yang perlu disiapkan sebelum membuat website untuk UMKM Bali? Simak panduan mengenai domain, profil usaha, produk, foto, katalog, pembayaran, dan anggaran.

agung yudhi 5 menit belajar Menengah
Ilustrasi Website untuk UMKM Bali: Persiapan, Fitur dan Anggaran
Ringkasan bacaanBaca poin-poin utama secara berurutan agar konteks dan rekomendasinya lebih mudah diterapkan.

Perkembangan perilaku konsumen membuat keberadaan digital semakin penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Calon pelanggan kini terbiasa mencari informasi mengenai produk, harga, lokasi, jam operasional, hingga ulasan usaha melalui internet sebelum menghubungi penjual.

Bagi pelaku UMKM di Bali, website dapat menjadi pusat informasi resmi yang melengkapi keberadaan bisnis di media sosial, marketplace, Google Business Profile, dan WhatsApp. Website juga membantu usaha terlihat lebih profesional serta memudahkan pelanggan lokal maupun wisatawan menemukan informasi yang mereka butuhkan.

Namun, membuat website untuk UMKM Bali tidak cukup hanya dengan memilih desain yang menarik. Pemilik usaha perlu menyiapkan domain, profil usaha, katalog produk, foto, informasi kontak, sistem pembayaran, dan anggaran yang sesuai kebutuhan.

Berikut persiapan yang perlu dilakukan sebelum memulai pembuatan website.

Mengapa UMKM Bali Perlu Memiliki Website?

Instagram, Facebook, TikTok, dan marketplace memang dapat membantu memasarkan produk. Namun, akun di platform tersebut tetap mengikuti kebijakan dan sistem milik pihak lain.

Website memberikan ruang digital yang dapat dikelola sesuai kebutuhan bisnis. Pemilik usaha dapat menentukan tampilan, susunan informasi, fitur, hingga cara pelanggan melakukan pemesanan.

Website dapat digunakan untuk:

  • Menampilkan profil dan identitas resmi usaha.
  • Memperkenalkan produk atau layanan.
  • Menyediakan katalog yang mudah diakses.
  • Mencantumkan alamat, lokasi, dan jam operasional.
  • Mengarahkan pelanggan ke WhatsApp.
  • Menerima permintaan penawaran atau reservasi.
  • Mendukung transaksi dan pembayaran secara online.
  • Membantu usaha ditemukan melalui pencarian Google.
  • Melayani pelanggan dari luar Bali atau wisatawan asing.

Google menjelaskan bahwa optimasi mesin pencari membantu mesin pencari memahami suatu konten sekaligus membantu pengguna menemukan sebuah website dan memutuskan apakah halaman tersebut relevan dengan kebutuhannya. Karena itu, website sebaiknya dibangun untuk memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan, bukan sekadar mengejar peringkat pencarian. (Google Search Central)

1. Menentukan Tujuan Website

Persiapan pertama adalah menentukan hasil yang ingin diperoleh dari website. Tujuan ini akan memengaruhi halaman, fitur, dan anggaran pengembangan.

Contoh tujuan website UMKM antara lain:

  • Memperkenalkan usaha kepada calon pelanggan.
  • Menampilkan katalog produk.
  • Mendapatkan pertanyaan melalui WhatsApp.
  • Menerima pesanan secara online.
  • Menyediakan sistem reservasi.
  • Menjangkau pelanggan di wilayah Bali tertentu.
  • Menarik wisatawan domestik dan internasional.
  • Membangun kepercayaan terhadap merek.

Website untuk warung makan tentu memiliki kebutuhan berbeda dengan website produsen kerajinan, penyedia jasa spa, rental kendaraan, toko oleh-oleh, atau usaha tur lokal.

Apabila tujuan utamanya hanya menampilkan profil dan menerima pertanyaan, website company profile dengan katalog serta tombol WhatsApp mungkin sudah mencukupi. Sebaliknya, jika pelanggan harus memilih produk, memasukkan alamat, dan membayar secara online, dibutuhkan sistem yang lebih lengkap.

2. Menyiapkan Nama Domain

Domain adalah alamat yang digunakan untuk membuka website, misalnya namausaha.com atau namausaha.id.

Nama domain sebaiknya:

  • Singkat dan mudah diingat.
  • Mudah diketik dan diucapkan.
  • Sesuai dengan nama merek.
  • Tidak menggunakan terlalu banyak tanda hubung atau angka.
  • Tidak menyerupai merek milik pihak lain.
  • Tetap relevan jika usaha berkembang.

Sebelum membeli domain, periksa terlebih dahulu apakah nama tersebut masih tersedia. Usahakan memilih nama yang sama atau mendekati nama usaha yang digunakan di media sosial dan Google Business Profile agar identitas bisnis lebih konsisten.

Domain juga perlu diperpanjang secara berkala. Karena itu, pastikan domain didaftarkan menggunakan informasi pemilik usaha atau perusahaan dan akses pengelolaannya disimpan dengan aman.

3. Menyiapkan Profil Usaha

Profil usaha membantu pengunjung memahami siapa Anda, apa yang ditawarkan, dan mengapa mereka dapat mempercayai bisnis tersebut.

Informasi yang dapat disiapkan meliputi:

  • Nama dan logo usaha.
  • Tahun mulai beroperasi.
  • Cerita singkat mengenai usaha.
  • Produk atau layanan utama.
  • Keunggulan yang benar-benar dapat dibuktikan.
  • Area pelayanan.
  • Alamat tempat usaha.
  • Legalitas atau sertifikasi jika relevan.
  • Foto pemilik, tim, toko, atau tempat produksi.
  • Pengalaman dan portofolio.

Hindari profil yang hanya berisi slogan umum seperti “terbaik”, “termurah”, atau “nomor satu” tanpa penjelasan. Informasi yang spesifik biasanya lebih meyakinkan.

Sebagai contoh, produsen kerajinan dapat menjelaskan bahan yang digunakan, proses pengerjaan, kemampuan menerima pesanan khusus, dan wilayah pengiriman. Usaha kuliner dapat menjelaskan jenis menu, pilihan halal atau vegetarian jika tersedia, kapasitas tempat, dan layanan pesan antar.

4. Menyusun Informasi Produk atau Layanan

Sebelum menggunakan jasa website UMKM Bali, pemilik usaha sebaiknya membuat daftar produk atau layanan yang akan ditampilkan.

Untuk setiap produk, siapkan:

  • Nama produk.
  • Deskripsi singkat.
  • Harga atau keterangan “hubungi kami”.
  • Pilihan ukuran, warna, atau varian.
  • Bahan atau komposisi.
  • Stok jika perlu ditampilkan.
  • Berat produk untuk kebutuhan pengiriman.
  • Cara pemesanan.
  • Foto produk.
  • Informasi garansi atau penukaran jika tersedia.

Untuk usaha jasa, informasi yang dapat ditampilkan antara lain:

  • Nama layanan.
  • Ruang lingkup pekerjaan.
  • Durasi pengerjaan.
  • Harga awal atau rentang harga.
  • Area pelayanan.
  • Apa saja yang sudah termasuk.
  • Ketentuan pemesanan.
  • Contoh hasil pekerjaan.

Deskripsi sebaiknya menjawab pertanyaan calon pelanggan, bukan hanya mengulang nama produk. Informasi yang lengkap dapat mengurangi pertanyaan berulang melalui WhatsApp.

5. Menyiapkan Foto yang Berkualitas

Foto menjadi bagian penting, terutama untuk UMKM yang menjual makanan, kerajinan, pakaian, produk kecantikan, akomodasi, atau layanan wisata.

Foto yang digunakan sebaiknya:

  • Terang dan tidak buram.
  • Menampilkan produk dari beberapa sudut.
  • Menggunakan latar yang tidak mengganggu.
  • Memiliki gaya visual yang konsisten.
  • Menampilkan kondisi produk yang sebenarnya.
  • Memiliki izin penggunaan.
  • Tidak memuat watermark milik usaha lain.

Gunakan foto asli apabila memungkinkan. Foto asli dapat membantu membangun kepercayaan karena pelanggan melihat produk, tempat, atau hasil pekerjaan yang benar-benar dimiliki bisnis.

Ukuran file juga perlu dioptimalkan agar halaman tidak terlalu lambat. Nama file dan teks alternatif atau alt text sebaiknya dibuat secara deskriptif. Google merekomendasikan penggunaan nama file, judul, dan teks alternatif yang relevan agar konteks gambar lebih mudah dipahami. (Google Search Central)

6. Menentukan Bentuk Katalog

Tidak semua UMKM membutuhkan toko online yang kompleks. Katalog dapat dibuat dalam beberapa tingkat sesuai proses penjualan.

Katalog informasi

Produk ditampilkan dengan deskripsi, foto, dan harga. Pelanggan kemudian menghubungi usaha melalui WhatsApp.

Model ini cocok untuk produk yang ketersediaan, spesifikasi, atau biaya kirimnya perlu dikonfirmasi terlebih dahulu.

Katalog dengan keranjang belanja

Pelanggan dapat memilih beberapa produk, memasukkannya ke keranjang, lalu mengirim detail pesanan.

Model ini cocok untuk usaha dengan banyak produk dan variasi.

Toko online lengkap

Pelanggan dapat memilih produk, mengisi alamat, menentukan pengiriman, dan menyelesaikan pembayaran melalui website.

Pilihan ini membutuhkan pengelolaan stok, pesanan, pembayaran, dan notifikasi yang lebih terstruktur.

Pilih sistem yang sesuai dengan alur kerja usaha. Jangan menambahkan fitur yang rumit apabila tim belum siap mengelolanya.

7. Menyiapkan Informasi Kontak dan Lokasi

Informasi kontak harus mudah ditemukan dari setiap halaman penting. Jangan membuat pelanggan mencari nomor WhatsApp atau alamat melalui beberapa menu.

Siapkan informasi berikut:

  • Nomor WhatsApp aktif.
  • Nomor telepon.
  • Alamat email.
  • Alamat tempat usaha.
  • Tautan Google Maps.
  • Jam operasional.
  • Akun media sosial resmi.
  • Area pengiriman atau pelayanan.

Jika bisnis memiliki toko fisik, bengkel, restoran, studio, atau kantor, tambahkan peta dan petunjuk lokasi. Informasi seperti patokan jalan, area parkir, serta kebutuhan reservasi juga dapat membantu pelanggan.

Untuk usaha yang melayani beberapa wilayah, buat informasi area layanan secara jelas, misalnya Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, atau wilayah Bali lainnya. Hindari mencantumkan lokasi yang sebenarnya tidak dilayani hanya untuk memasukkan keyword.

8. Menentukan Cara Pemesanan dan Pembayaran

Pemilik usaha perlu menentukan alur yang dilalui pelanggan setelah tertarik pada produk.

Beberapa pilihan alur pemesanan antara lain:

  1. Pelanggan melihat produk lalu menghubungi WhatsApp.
  2. Pelanggan mengisi formulir permintaan penawaran.
  3. Pelanggan melakukan reservasi dan membayar uang muka.
  4. Pelanggan memasukkan produk ke keranjang dan membayar secara online.
  5. Pelanggan memesan melalui website lalu menyelesaikan pembayaran setelah dikonfirmasi admin.

Metode pembayaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya:

  • Transfer bank.
  • QRIS.
  • Virtual account.
  • Dompet digital.
  • Kartu pembayaran.
  • Payment gateway.
  • Pembayaran di tempat jika memungkinkan.

Bank Indonesia menjelaskan bahwa satu QRIS dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS. Bank Indonesia juga menempatkan QRIS sebagai salah satu pintu masuk UMKM ke ekosistem digital. (Bank Indonesia)

Jika menggunakan payment gateway, pertimbangkan biaya transaksi, proses verifikasi, pencairan dana, metode pembayaran yang tersedia, dan kebutuhan integrasinya. Gunakan penyedia jasa pembayaran yang memiliki izin sesuai ketentuan yang berlaku.

9. Menentukan Bahasa Website

UMKM di Bali tidak selalu hanya melayani pelanggan lokal. Usaha di bidang akomodasi, perjalanan, kerajinan, kuliner, spa, transportasi, dan aktivitas wisata juga berpotensi menerima pelanggan mancanegara.

Pertimbangkan penggunaan:

  • Bahasa Indonesia untuk pasar domestik.
  • Bahasa Inggris untuk wisatawan dan pelanggan internasional.
  • Bahasa tambahan jika memang didukung oleh target pasar.

Website multibahasa memerlukan penerjemahan yang baik. Hindari hanya menerjemahkan menu utama sementara informasi produk, ketentuan pemesanan, dan proses pembayaran tetap menggunakan satu bahasa.

10. Menyiapkan Anggaran Website

Biaya pembuatan website dipengaruhi oleh ruang lingkup pekerjaan, bukan hanya jumlah halaman.

Beberapa komponen anggaran yang perlu dipertimbangkan meliputi:

  • Pembelian dan perpanjangan domain.
  • Hosting atau server.
  • Desain antarmuka.
  • Pengembangan website.
  • Penulisan dan penginputan konten.
  • Fotografi produk.
  • Fitur katalog atau toko online.
  • Integrasi pembayaran.
  • Website multibahasa.
  • Pemeliharaan dan pembaruan.
  • Keamanan dan pencadangan data.
  • Optimasi SEO.

Bagi UMKM dengan anggaran terbatas, website dapat dikembangkan secara bertahap. Tahap pertama dapat berisi profil usaha, produk utama, lokasi, kontak, serta tombol WhatsApp. Fitur keranjang belanja, reservasi, keanggotaan, atau pembayaran online dapat ditambahkan setelah alur dasar berjalan dengan baik.

Mintalah penawaran yang menjelaskan apa saja yang termasuk dalam biaya. Pastikan juga terdapat informasi mengenai revisi, dukungan setelah peluncuran, kepemilikan domain, akses pengelolaan, dan biaya perpanjangan.

11. Mempersiapkan Pengelolaan Setelah Website Diluncurkan

Website perlu dikelola setelah selesai dibuat. Informasi yang tidak diperbarui dapat membingungkan pelanggan.

Tentukan siapa yang bertanggung jawab untuk:

  • Memperbarui harga.
  • Menambah dan menghapus produk.
  • Memeriksa pesanan atau formulir.
  • Mengganti foto.
  • Memperbarui jam operasional.
  • Melakukan pencadangan.
  • Memasang pembaruan keamanan.
  • Memantau performa website.
  • Menjawab pesan pelanggan.

Jika pengelolaan dilakukan sendiri, pastikan tersedia panel administrasi yang mudah digunakan serta pelatihan dasar. Jika tidak memiliki waktu atau tenaga teknis, pertimbangkan layanan pemeliharaan berkala.

Struktur Halaman yang Disarankan

Website UMKM tidak harus memiliki banyak halaman. Struktur awal yang sederhana dapat terdiri dari:

  • Beranda.
  • Tentang Kami.
  • Produk atau Layanan.
  • Detail produk atau layanan.
  • Galeri atau portofolio.
  • Cara Pemesanan.
  • FAQ.
  • Kontak dan lokasi.
  • Kebijakan privasi.
  • Syarat dan ketentuan jika menerima transaksi.

Struktur tersebut dapat disesuaikan dengan karakter usaha dan kebutuhan pelanggan.

Checklist Sebelum Membuat Website UMKM

Gunakan daftar berikut untuk memeriksa kesiapan materi:

  • Nama dan logo usaha.
  • Nama domain yang diinginkan.
  • Profil singkat usaha.
  • Daftar produk atau layanan.
  • Deskripsi dan harga.
  • Foto produk atau tempat usaha.
  • Nomor WhatsApp dan email.
  • Alamat serta lokasi Google Maps.
  • Jam operasional.
  • Cara pemesanan.
  • Metode pembayaran.
  • Area pelayanan atau pengiriman.
  • Akun media sosial.
  • Bahasa yang digunakan.
  • Anggaran awal.
  • Penanggung jawab pengelolaan website.

Materi tidak harus langsung sempurna. Namun, semakin lengkap persiapannya, semakin lancar proses desain dan pengembangan website.

Kesimpulan

Membangun website untuk UMKM Bali sebaiknya dimulai dari kebutuhan bisnis dan perilaku pelanggan. Pemilik usaha perlu menyiapkan domain, profil usaha, daftar produk, foto, katalog, informasi kontak, metode pembayaran, dan anggaran yang realistis.

Website sederhana dengan informasi yang lengkap dan mudah digunakan sering kali lebih bermanfaat daripada website dengan banyak fitur yang tidak terkelola. Karena itu, tentukan fitur berdasarkan proses penjualan yang benar-benar dijalankan.

Jika Anda membutuhkan website untuk company profile, katalog produk, toko online, reservasi, atau kebutuhan khusus lainnya, KodingPlus menyediakan layanan jasa pembuatan website Bali yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan UMKM.


FAQ

Apakah UMKM harus langsung membuat toko online?

Tidak harus. Jika transaksi masih membutuhkan konsultasi atau konfirmasi stok, website katalog yang terhubung ke WhatsApp dapat menjadi tahap awal. Toko online dapat dikembangkan ketika jumlah transaksi dan kesiapan operasional sudah memadai.

Berapa biaya pembuatan website untuk UMKM?

Biaya bergantung pada desain, jumlah halaman, jumlah produk, bahasa, fitur pemesanan, integrasi pembayaran, serta kebutuhan pengelolaan. Sebaiknya tentukan tujuan dan fitur utama sebelum meminta penawaran.

Apakah website bisa terhubung dengan WhatsApp?

Bisa. Tombol WhatsApp dapat ditempatkan pada halaman produk, layanan, dan kontak. Pesan awal juga dapat diatur agar pelanggan lebih mudah menyebutkan produk yang ditanyakan.

Apakah website dapat menerima pembayaran online?

Bisa. Website dapat menggunakan transfer bank, QRIS, virtual account, dompet digital, atau payment gateway. Integrasinya perlu disesuaikan dengan proses bisnis dan penyedia pembayaran yang digunakan.

Apakah website UMKM perlu menggunakan bahasa Inggris?

Bahasa Inggris layak dipertimbangkan jika usaha melayani wisatawan atau pelanggan internasional. Jika target pasar hanya pelanggan lokal, Bahasa Indonesia dapat menjadi prioritas.